REDELONG - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Cabang Bener Meriah, Mulyadi Bersama Satria Darmawan apresiasi atas pengungkapan kasus k...
REDELONG - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Cabang Bener Meriah, Mulyadi Bersama Satria Darmawan apresiasi atas pengungkapan kasus korupsi Bantuan Pengadaan ATRAKTAN anggaran APBN tahun 2015-2016.
_Atas musibah ini kami selaku putra bener meriah sangat menyesalkan atas kelakuan pejabat Bener Meriah yang tak henti hentinya melakukan tindakan melawan hukum dengan cara menghilangkan uang negara dengan paksa. Kata Mulyadi. (20/9/2018).
Dikatakan lebih labjut, Atas penetapan status tersangka kepada mantan Kadis pertanian bener meriah inisial (AR) tersebut tentu kami selalu memberikan apresiasi kepada Kapolda Aceh, karena negara sudah dengan iklas membantu petani kopi dengan berbagai macam perkembangan untuk menunjang hasil yang maksimal terhadap petani kopi gayo namun apa boleh di kata bantuan tersebut yang merogoh kocek hingga 48 Milyar tidak dapat di manfaatkan oleh petani kopi di Kabupaten Bener Meriah.
Hal ini terjadi karena bantuan yang di salurkan seperti pupuk, obat Semprot, gunting kopi, dan mesin Huler tidak dapat di gunakan oleh kelompok petani kopi arabika gayo di bener meriah.
Mesin Huler juga tidak dapat di manfaatkan oleh petani karena kopi yang di masukan kedalam mesin huler tersebut hancur sehingga tidak dapat di gunakan. Belum lagi pupuk kopi yang juga tidak dapat di gunakan lantara petani beranggapan pupuk tersebut tidak bagus untuk pertumbuhan kopi.
"Tentu kami sebagai generasi muda bener meriah berharap kepada Kapolda Dan KPK agar memberikan perhatian serius atas pengungkapan kasus ini, kami menduga banyak pihak yang terlibat terkait pengadaan hibah pada proyek ATRAKTAN tersebut. Katanya
GMNI Bener Meriah juga berharap kepada (AR) yang di tetapkan sebagai tersangka agar membeberkan siapa saja yang terlibat atas kerugian negara terkait pengadaan program hibah ATRAKTAN tersebut uang telah menelan biaya Puluhan Milyar.
Tentu atas musibah ini pihak yang paling di rugikan adalah Penati Kopi Arabika Gayo yang berada di Kabupaten Bener Meriah. "kami terus mengawal kasus ini hingga tuntas agar memberikan efek jera terhadap pejabat-pejabat lainya yang saat ini menjabat di kabupaten Bener Meriah."Tutup Ketua GMNI Bener Meriah Mulyadi. (Tim).
