BIREUEN - Pemerintah Kabupaten Bireuen mengeluarkan himbauan atau seruan terhadap warung kopi ataupun cafe dan restoran untuk tidak mel...
Terkait himbaun pemerintah Bireuen sangat didukung FPI Bireuen, bahwa apa yang dilakukan bupati bireuen adalah suatu langkah untuk menegakkan syariat islam di kabupaten tersebut.
"Saya sangat mendukung atas himbauan yang dikeluarkan oleh Bupati Bireuen terhadap larangan pengunjung yang duduk berduan semeja yang bukan mahramnya yang ada di setiap kafe maupun restoran yang ada di Kabupaten Bireuen." Kata Tuih Al khair Ketua Badan Investigasi front (BIF) FPI Bireuen kepada media ini. selasa (4/9/2018).
"Atas himbauan tersebut saya sangat mengapresiakan pemerintah bireuen, ini adalah langkah Bupati Bireuen yang ingin menegakkan Syariat Islam di Kabupaten Bireuen. tambahnya
Selain dari himbauan tersebut, Tuih Al Khair berharap kepada Bupati agar dapat menertibkan atau memperketat peraturan mengenai setiap diadakan acara, baik acara yang diadakan pemerintah maupun acara yang diadakan oleh masyarakat.
"pemerintah juga harus memperketat peraturan mengenai acara, agar setiap diadakan acara tidak menampilkan alat-alat musik di atas panggung seperti yang telah terjadi malam minggu kemaren dihalaman pondopo Bireuen. Ungkapnya
Kejadian dihalaman pondopo kemaren sangat kita sayangkan makanya kita berharap kedepan itu tidak terjadi kembali, karena jangan timbul nanti pandangan masyarakat seakan-akan Kami FPI Bireuen tidak pernah menegur dan seakan-akan kami pilih kasih terhadap acara yang diadakan oleh pemerintah. lanjut Ketua BIF FPI Bireuen tersebut.
"kami FPI tetap melarang siapapun dia yang melanggar dengan Syariat Islam, baik dari pihak instansi pemerintah maupun pihak swasta atau masyarakat karena dalam menjalankan Syariat Islam tidak ada yang namanya anak kandung dan anak tiri yang melanggar tetap akan kami tegur. tegas Tuih Al Khair.
Tuih berharap syariat di kabupaten Bireuen benar-benar dijalankan dan dijaga oleh semua pihak baik dari pihak pemerintah sendiri maupun pihak masyarakat sehingga kabupaten Bireun benar-benar menjadi kota santri dan kota bersyariat.
"Mudah-mudahan Kabupaten Bireuen dengan tegaknya Syariat Islam bisa menjadi contoh bagi kabupaten/kota lain dalam menjalankan syariat islam. Tutup Ketua BIF FPI Bireuen Tuih Al Khair.
