BIREUEN - Ketua Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Front Pembela Islam Kabupaten (FPI) Bireuen. Syeh Khalil. MA sangat menyayangkan dan me...
BIREUEN - Ketua Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Front Pembela Islam Kabupaten (FPI) Bireuen. Syeh Khalil. MA sangat menyayangkan dan mengecam tindakan penganianyaan terhadap Tgk Muttaqin yang diketahui dilakukan oleh pihak kelompok yang setuju mendirikan masjid muhammaddiyah. Di desa Sangso Samalanga. Usai melaksanakan salat magrib di meunasah setempat. Jum'at malam. (28/9/2018).
Ketua FPI Bireuen Syeh Khalil, MA. melalui pres rilisnya kepada media ini mengatakan, Aksi penganiayaan tersebut diduga pelakunya pihak sekelompok orang yang belakangan ini diketahui mereka dari kelompok yang setuju pendirian masjid Muhammaddiyah yang sekarang menjadi polemik dikalangan masyarakat Samalanga.
"Konflik ini sudah mulai bereskalasi dan bisa meningkat konflik sosial yang lebih luas jika penanganannya tidak tepat dan secara tegas oleh Pemerintah Bireuen. Maka kita khawatirkan akan terjadi pertumpahan darah yang lebih besar lagi di samalanga. Katanya
Dikatakan lebih lanjut apapun alasannya tidakan penganianyaan tersebut telah menimbulkan permusuhan individu ditambah lagi kejadiaan di tempat ibadah dan korban sedang ibadah.
"Kami dari FPI mendesak pihak pemerintah Bireuen, untuk menangani secara tegas permasalahan yang sedang begejolak didesa Sangso samalangan tersebut, kita berharap pemerintah Bireuen jangan diam tetapi harus mengambil tindakan tegas supaya tidak terulang kembali permasalahan tersebut."Tutup Ketua FPI Bireuen Syeh Khalil. MA
Sementara Ketua Badan Investigasi Front (BIF) Tgk Iskandar yang sering disapa Tuih Alkhair mengatakan bahwa apa yang terjadi di sangso Samalanga benar-benar memalukan, ini ada oknum yang sengaja menciptakan konflik baru, maka pelaku tindakan penganiayaan harus diberi efek jera supaya ini tidak terjadi lagi di masa yang akan datang.
"Kami FPI merasa sangat kecewa dan mengutuk keras kepada pelaku tindakan penganiayaan terhadap Tgk Muttaqin Di Sangso Samalanga." Kata Tuih dengan tegas.
Harapan kami dari FPI supaya pemerintah Bireuen harus bertindak tegas dan bersikap dewasa menangani perkara yang sedang bergejolak di samalanga. Jangan sampai persoalan ini meluas di kalangan masyarakat Bireuen. "jika ini kembali terjadi kami dari FPI tidak akan tinggal diam. Tutup Tuih Alkhair.(MS)
