SIGLI - Kepolisian Resor (Polres) Pidie melakukan tes urine terhadap 59 (lima puluh sembilan) Personil Kepolisian setempat. Tes Urine t...
SIGLI - Kepolisian Resor (Polres) Pidie melakukan tes urine terhadap 59 (lima puluh sembilan) Personil Kepolisian setempat. Tes Urine tersebut dilakukan di Mapolres Pidie pada hari Senin (13/08) sekira pukul 10.00 Wib.
Kegiatan tes urine tersebut di pimpin langsung oleh Kabag Sumda Polres Pidie, Kompol Tatok Haryadi di dampingi oleh Paur Dokkes Polres Pidie, Bripka Saifuddin, S.Kep dibantu oleh staf Biddokes Polres Pidie dan Staf Sip Propam Polres Pidie.
Menurut informasi yang diperoleh media ini, kegiatan tes urine yang dilakukan Polres Pidie tersebut merupakan salah satu persyaratan untuk mengusulkan kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi.
"Bagi personil yang terindikasi menggunakan Narkoba baik jenis Ganja maupun Sabu akan terdeteksi melalui alat tes urine yang telah disediakan oleh Biddokes Polres Pidie," sebut Kompol Tatok Haryadi.
Lebih lanjut Kompol Tatok Haryadi mengatakan, tiap-tiap personil akan memasuki kamar mandi yang di kawal oleh anggota Sip Propam Polres Pidie untuk membuang air kecil ke dalam plug kecil yang akan dijadikan sampel pengetesan dengan menggunakan alat Nova tes, dari hasil tes tersebut bila ada personil positif menggunakan Narkoba, maka akan di proses sesuai peraturan yang berlaku dan tidak akan di usulkan pangkatnya.
"Tindakan tersebut harus dilakukan, mengingat telah banyak sosialisasi dan imbauan yang diberikan kepada anggota Polres Pidie tentang bahaya dan hukumannya yang akan dijatuhkan bila masih ada anggota Polres Pidie yang menggunakan Narkoba, apa pun jenisnya," tegas mantan Kabag Sumda Polres Simeulu tersebut.
Disamping itu juga setiap pagi, Kapolres Pidie AKBP Andy Nugraha Setiawan Siregar, SIK memimpin apel dan sering memberikan peringatan dan imbauan kepada seluruh Personil Polres Pidie yang berbunyi : "Saya akan tindak tegas kepada anggota Polres Pidie yang terbukti positif masih menggunakan barang haram baik ganja maupun sabu, maka akan segera saya sidang KKI untuk dilakukan pemecatan secara tidak hormat, ” ujar nya.
