BANDA ACEH - Pekan Kebudayaan Aceh ke-7 tahun ini, menjadi pembicaraan hangat bagi kalangan masyarakat khususnya masyarakat Aceh, pasaln...
BANDA ACEH - Pekan Kebudayaan Aceh ke-7 tahun ini, menjadi pembicaraan hangat bagi kalangan masyarakat khususnya masyarakat Aceh, pasalnya selain dihembus Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah hanya menonjolkan suku gayo, namun disamping itu juga kurangnya persiapan panitia sehingga banyak masyarakat mengeluh dan kecewa karena tidak semua masyarakat bisa menyaksikan acara pembukaan PKA ke-7 yang diadakan di stadion lhong raya.
Kurang matangnya persiapan PKA tahun ini diakui oleh anggota DPR RI Nasir Djamil yang menurut dirinya wajar persiapan panitia kurang matang disebapkan Aceh berduka, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf adanya masalah hukum dengan KPK, serta pemanggilan sejumlah kepala SKPA, sehingga mengganggu dalam persiapan pada event PKA tahun ini.
Selain itu juga tidak kalah hebohnya, menjadi pembicaraan masyarakat di warung kopi maupun di media sosial terkait mahalnya harga parkir dan juga mahalnya harga sewa lapak bagi pedagang di tempat area PKA.
Terkait persoalan tersebut juga mendapat reaksi dari ketua DPR Aceh Tgk Muharuddin bahwa dirinya mengaku tidak setuju apa yang dilakukan paniti PKA tahun ini.
Menurut Tgk Muhar, seharusnya event pemerintah yang diadakan 4 tahun sekali itu tidak perlu ada pungutan parkir, semua persoalan tersebut sewa menyewa sudah disiapkan oleh pemerintah.
"Sebenarnya kita harapkan pergelaran seni pada event PKA ke-7 memberikan peluang sebesar-besarnya kepada masyarakat untuk ikut partisipasi baik bagi yang melibat langsung maupun bagi masyarakat yang menyaksikan," kata Ketua DPRA Tgk Muharuddin kepada media ini. Rabu malam.(8/8/2018).
Karena menurut orang nomor satu di DPR Aceh tersebut, ketika adanya persoalan mahalnya harga parkir kemudian juga mahalnya sewa lapak menjadi suatu hal yang tidak wajar, sehingga berdampak malasnya masyarakat menampilkan kreatifitas karena disebabkan dengan mahalnya harga sewa lapak tadi, dan juga sangat mempengaruhi aspek pengunjung, masyarakat keberatan dan malas berkunjung disebabkan permintaan harga parkir yang mahal.
"Seharusnya pada acara pekan kebudayaan Aceh, mengenai sewa tempat parkir sudah dikanter pemerintah, begitu juga persoalan petugas parkir, berapa orang petugas parkir selama event acara PKA itu, dapat juga digaji sehingga tidak ada pungutan apapun kepada masyarakat saat melakukan kunjungan untuk melihat acara tersebut. Ungkap Tgk Muhar.
Dilanjutkan Muhar, karena ini kesempatan kita ajak masyarakat untuk terlibat aktif bisa menyaksikan, kemudian bisa menampilkan kreatifitasnya, bahwa ini loh aset atau kebudayaan Aceh yang kita miliki hari ini.
Saya menghimbau, karena ini masih ada acara PKA beberapa hari lagi, kepada pemerintah melalui panitia pelaksanaan PKA ke-7, persoalan parkir dan Lapak coba di evakuasi kembali.
Ketika ada solusi yang baik silahkan umumkan kepada masyarakat supaya masyarakat bisa menyaksikan acara PKA tersebut serta bagi masyarakat yang ingin menampilkan kreatifitasnya tidak terjebak maupun terhambat dengan persoalan mahalnya sewa lapak tadi. Tutur ketua DPRA Tgk Muharuddin.
saat media ini menyinggung terkait permasalahan tersebut langkah apa yang akan dilakukan DPR sendiri, Tgk Muhar mengaku bahwa malam besok DPR akan melakukan kunjungan ke PKA.
"untuk DPR sendiri kita akan melakukan kunjungan untuk melihat secara langsung di area PKA tersebut pada jum'at malam. katanya.
