Simeulue - Rumah sakit simeulue masih banyak hambatan dan kendala yang harus dihadapi, masih banyak yang harus diperbaiki, tetapi drg fa...
Simeulue - Rumah sakit simeulue masih banyak hambatan dan kendala yang harus dihadapi, masih banyak yang harus diperbaiki, tetapi drg farhan yakin, bahwa dirinya dan Tim akan mampu membawa rumah sakit Simeulue menjadi lebih baik lagi dari yang sebelumnya.
"Saya memang baru dipercaya pemerintah daerah untuk menjadi direktur di rumah sakit ini, tetapi saya mencoba membawa rumah sakit ini dari yang baik menjadi yang lebih baik lagi. kata direktur RSUD Simeulue drg Farhan kepada media ini diruang kerjanya. kamis(25/7/2018)
Dikatakannya, bahwa rumah sakit simeulue adalah rumah sakit tipe C, lebih baik dibandingkan dengan tipe D, namun untuk tercapai ke tipe B apalagi tipe A ini sangat sulit karena Simeulue daerah terpencil.
Rumah sakit tipe C itu adalah rumah sakit yang harus memenuhi 4 pelayanan dasar. Saat ini Rumah Sakit Simeulue memiliki dokter penyakit dalam sebanyak 3 dokter, bedah ada 2 dokter, Anak ada 2 dokter , obgyn ada 2 dokter dan 1 dokter paru serta 1 dokter syaraf.
"Alhamdulillah rumah sakit simeulue juga ada 3 dokter kunjungan, yaitu ada dokter Jiwa dua kali kunjungan , dokter mata sekali sebulan dan kemudian dokter THT. katanya
Untuk dokter THT, lanjut farhan. Sebelum saya menjadi direktur sejak bulan maret itu memang tidak lagi melakukan pelayanan, setelah dilakukan koordinasi sama teman-teman apa yang menjadi kendala, setelah kita telusuri ternyata dokter sendiri yang ada kendala, kemudian kita coba bangun komunikasi ulang dengan dokter THT tersebut namun ternyata memang dokter itu tidak bisa melakukan pelayanan lagi dengan rumah sakit simeulue.
Rumah sakit simeulue melakukan apa yang berjalan sebelumnya, jika memang kendala dan hambatan maka kita berusaha mencari dokter lain mohon doa dari masyarakat semua, sekarang kita sedang menyiapkan administrasi dari dokternya dan jika tidak terkendala minggu depan atau awal agustus untuk pelayanan THT akan kembali dilaksanakan. tutur orang nomor satu di rumah sakit tersebut.
Sejumlah ruangan yang sudah dibangun pada anggaran tahun 2017 akan segera diresmikan oleh Bupati Simeulue Erli hasyim, namun drg farhan mengaku walaupun ruangan tersebut belum diresmikan tetapi ada ruangan yang sudah difungsionalkan.
"Untuk ruang poli dalam, kita sudah lakukan pelayanan, sudah digunakan dan difungsionalkan karena kita tau penyakit dalam itu pasien yang terbanyak berkunjung ke Rsud Simeulue. Hanya saja peresmiannya saja belum, akhir juli ini jika tidak ada kendala maka akan ada rencana peresmian poli penyakit dalam yang dilakukan oleh Bupati Erli Hasyim sendiri.katanya
Kemudian pelayanan haemodialisa adalah pelayanan cuci darah yang sejak dari dulu sampai sekarang sangat diinginkan masyarakat simeulue. sekarang pelayanan cuci darah tersebut sudah ada dirumah sakit ini, akan segera difungsikan, menunggu izin Penefri wilayah Sumut dan Aceh
"Satu lagi ruang kelas satu yang sudah dibangun juga, selama ini karena alurnya belum ada, tidak mungkin pasien harus kita transfer melalui jalan aspal , jadi yang kita lakukan menerobos satu ruangan sebagai alur pasien masuk dan keluar. tambah drg.farhan
Pada akhir juli ini akan diresmikan dan difungsikan, ruang kelas satu tersebut akan menyelesaikan persoalan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat yang memiliki Jaminan kesehatan kelas 1 rawatan karena rumah sakit hanya memiliki 13 bed sehingga ketika masuk pasien lebih dari itu mereka harus menunggu karena tidak ada ruangan.
"InsyaAllah dengan diresmikan akhir juli langsung difungsionalkan mudah-mudahan bertambah 12 atau sekitar 14 bed. Jadi totalnya nanti, ruang kelas 1 bisa menampung 25 hingga 27 bed untuk pasien rawat inap. harapnya
"Selama ini itulah yang terus kita lakukan dan selalu kita koordinasikan dengan kawan-kawan disini, kita benah dengan seluruh bidang unit, yang dulu air Alhamdulillah sampai hari ini sudah mulai jernih. tambahnya lagi.
Disamping itu direktur drg farhan mengaku masih banyak juga kendala rumah sakit terutama terkait dengan ruangan, karena ruangan kelas 2 dan kelas 3 yang memiliki 4 hingga 5 bed, namun kebiasaan masyarakat ketika ada yang sakit pasti akan ramai yang berkunjung bahkan pasien didampingi keluarga 3 orang bahkan 4 orang pendamping seharusnya pasien cukup didampingi satu orang keluarga saja.
Seperti sebelumnya diberitakan bahwa ruangan rumah sakit simeulue kelas 2 dan 3 berbau, namun tidak disebutkan bau apanya, jika memang bau disebabkan wc atau lain sebagainya kita bisa intervensi namun pada saat di cek ternyata baunya itu dalam ruangan disebabkan banyaknya kunjungan maupun pendamping dari pasien sehingga ruangan berserakan penuh dengan kain yang bergantungan dan lain sebagainya.
Masalah seperti ini susah untuk diberi pengertian atau pembinaan terhadap masyarakat, namun apa solusi yang akan dilakukan. Alhamdulillah tahun ini adanya dana otsus untuk pembangunan rumah singgah, sehingga nantinya kepada keluarga yang mendampingi pasien cukup satu orang diruangan selebihnya silahkan menginap dirumah singgah.
Jika ruangan ini siap manfaatnya sangat besar, pelayanan akan semakin baik, kebersihan juga akan semakin baik, apalagi adanya program rehap ruangan kelas 3 begitu juga dengan kamar mandi yang sering dikeluhkan kotor dan sebagainya dengan perbaikan ini akan lebih baik juga.
Inilah yang akan terus diupayakan dan kita benah, yang pada akhirnya akan menunjang sebuah proses yang disebut dengan peningkatan mutu pelayanan.
Saat media ini menyinggung masih usia muda menjabat sebagai direktur rumah sakit, farhan mengaku bahwa benar dirinya masih dianggap sangat muda tetapi atas pengalaman yang Ia miliki akan diterapkan dengan saling berkoordinasi satu sama lain.
"saya pernah menjadi kepala puskesmas dan kepala bidang lainnya termasuk di dinas kesehatan namun yang saya lakukan tetap selalu koordinasi, apa yang ada pada pemikiran dan pengalaman akan kita terapkan kepada teman-teman disini mulai dari eselon 3, eselon4 hingga sampai unit terkecil baik unit ruangan, unit csnya, unit airnya bahkan pihak lainnya yang diberi wewenang dan tanggung jawab bersama di rumah sakit ini." katanya
komunikasi akan selalu saya terapkan, lanjut drg farhan. Bahkan rapat manajemen maupun rapat dengan unit selalu kita koordinasi satu sama lain untuk membahas kinerja dan penyelesaian jika memang ada hambatan, disitulah kita terjemahkan visi besar kedepan akan dibawa kemana rumah sakit ini.
walaupun usianya masih sangat muda farhan juga mengaku mungkin yang dia terapkan pastinya ada juga yang merasa keberatan, namun hal itu baginya biasa tetapi ia yakin bahwa jika transparansi dan koordinasi terus dilakukan serta tupoksi diberikan kepada masing-masing unit, semua akan berjalan baik dan sesuai dengan harapan sehingga kendala dan hambatan bisa terselesaikan dengan respon yang cepat menyakinkan dirinya rumah sakit simeulue akan lebih baik dan maju.
Namun tidak mungkin rumah sakit ini akan lebih baik jika tidak ada dukungan dari masyarakat, sekarang satpam sudah mulai berkeliling namun yang sering mereka dapatkan masih banyak masyarakat yang tidak mengikuti aturan, tingkat merokok itu luar biasa bahkan sudah kita intruksikan, bahwa kita ada sediakan tempat merokok namun masih ada sebagian oknum masyarakat yang merokok tidak mengindahkan intruksi yang diberikan.
"Selalu saya sampaikan tolong dijaga bersama, parkir kendaraan pada tempatnya, buang sampah juga ada tempatnya serta tidak merokok di rumah sakit sesuai dengan qanun nomor 1 kabupaten simeulue bahwa rumah sakit itu lingkungan tanpa asap rokok, tetapi disamping itu kita sediakan tempat bagi mereka perokok, yaitu dikantin, silahkan merokok disana tetapi jangan merokok di dalam ruangan maupun di area rumah sakit lainnya yang sudah dilarang. Harap direktur RSUD Simeulue Drg Farhan.
"Rumah sakit ini milik kita bersama mari kita menjaga bersama, kepada masyarakat saya berharap untuk menjaga dan mengikuti aturan yang ada sehingga rumah sakit ini akan lebih baik dari semua aspek seperti harapan dan keinginan kita semua. tutupnya


