Banda Aceh - Pelaksanaan Tugas (Plt) Gubernur Aceh Nova Iriansyah membantah pernyataan Koordinator Aksi Koalisi Masyarakat Aceh Bersatu ...
Banda Aceh - Pelaksanaan Tugas (Plt) Gubernur Aceh Nova Iriansyah membantah pernyataan Koordinator Aksi Koalisi Masyarakat Aceh Bersatu (KMAB) Fahmi Nuzula yang menduga dirinya terlibat dan ikut bermain terkait penangkapan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf beberapa waktu lalu.
Hal tersebut disampaikan Plt Gubernur Nova, melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh Wiratmadinata dan Saifullah Abdulgani, sesaat setelah menerima Penugasannya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh dari Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo di Jakarta, Senin (9/7/2018).
Plt Gubenur Aceh Nova Iriansyah melihat sendiri tayangan video yang memperlihatkan Fahmi Nuzula mengatakan dirinya seakan-akan terlibat dalam kasus penangkapan Gubernur Irwandi Yusuf beberapa waktu lalu.
“Pernyataan Fahmi itu tidak benar,” tegas Nova
Plt Gubernur Aceh tersebut bahkan menyampaikan sebuah kabar duka bersama terkait kasus yang sedang menimpa Gubernur non aktif, Irwandi Yusuf.
“Kasus yang dialami Gubernur Irwandi membuat Pemerintah Aceh berduka dan prihatin. Kami tetap menganut azas praduga tak bersalah. Seseorang harus dianggap tak bersalah sampai ada putusan pengadilan, jadi sangat tidak etis menduga-duga terkait kasus ini,” ungkap Nova.
Nova mengajak semua pihak untuk memberikan dukungan moril dan mendo’akan yang terbaik untuk Gubernur Irwandi Aceh. “Mari bersama kita do’akan agar Bapak Gubernur diberi kekuatan dan kesehatan dalam menghadapi semua proses hukum yang sedang berjalan,” kata Nova.
Plt Gubernur Aceh juga meminta semua pihak harus menyikapi keadaan saat ini dengan bijaksana. “Sekali lagi saya membatah secara resmi pernyataan Fahmi Nuzula itu,“ ujar Nova tegas.
Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan masyarakat Aceh yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Aceh Bersatu (KMAB) menggelar aksi damai di depan Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.
Aksi damai tersebut menuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk membebaskan Gubernur Non aktif Aceh Irwandi Yusuf.
Menurut mereka ada kejanggalan dalam penangkapan Gubernur Non-Aktif Aceh Irwandi Yusuf tersebut, dimana saat OTT Irwandi sama sekali tidak memegang uang seperti yang disangkakan KPK.
Bahkan mereka menduga ada konspirasi politik yang bermain dibalik penangkan Irwandi. Menurutnya, Irwandi dijebak oleh pihak berkepentingan.
“Ada pihak yang bermain dalam kasus ini, pemerintah harus berhati-hati. Kami menduga ada konspirasi politik dibalik penangkapan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf,” ujar koordinator aksi Fahmi Nuzula.
“Kami juga menduga termasuk Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah ikut juga bermain,” katanya.(*)
