LiputanInvestigasi.com | SIMEULUE - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Simeulue akan dilakukan akreditasi oleh tim akreditasi kementerian ...
LiputanInvestigasi.com | SIMEULUE - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Simeulue akan dilakukan akreditasi oleh tim akreditasi kementerian kesehatan pada bulan oktober mendatang sehingga pihak rumah sakit terus membenah dan berupaya untuk tercapainya penilaian akreditasi dari tim independen tersebut termasuk peningkatan mutu pelayanan rumah sakit dilakukan komitmen bersama untuk tercapainya pelayanan yang baik dan maksimal kepada masyarakat.
Sebelumnya Bupati dan Wakil Bupati Simeulue Erli Hasyim dan Afridawati serta dewan pengawas, manajemen dan seluruh staf melakukan komitmen penandatanganan bersama sebagai bentuk berkomitmen untuk peningkatan mutu pelayanan rumah sakit semakin lebih baik dan maksimal pelayanan diberikan kepada masyarakat.
Direktur RSUD Simeulue Drg. Farhan mengatakan setelah dirinya dilantik beberapa minggu yang lalu terus berkoordinasi dan melakukan pertemuan dengan semua pihak rumah sakit, manajemen para medis perawat dan staf lainnya sebagai bentuk untuk berkomitmen pada tugas dan kinerjanya semakin lebih maksimal.
“pemerintah simeulue berkomitmen bagaimana rumah sakit simeulue harus mandiri makanya dibuat komitmen bersama untuk peningkatan mutu pelayanan rumah sakit semakin lebih baik dan ini adalah sebagai tahap awal dan masih banyak yang harus kita lakukan sebagai persiapan dan penilaian oleh tim independen nantinya. Kata direktur RSUD Drg Farhan kepada media ini. Sabtu (26/5/2018)
Dikatan lebih lanjut bahwa sebelum menuju penilaian akreditasi rumah sakit, pihak rumah sakit akan mendapatkan bimbingan langsung dari komite asosiasi rumah sakit selama lima atau enam bulan sampai nanti dilakukan survey isolasi sebelum survey sebenarnya yang meliputi bagaimana manajemennya pelayanan medisnya, pelayanan keperawatannya bahkan sampai satpam, dan seluruh staf rumah sakit lainnya.
“kita sudah menyurati kementerian kesehatan bahwa kita siap didampingi untuk peningkatan mutu pelayanan sehingga nantinya Tim KARS (komite asosiasi rumah sakit) yang bergerak dalam mutu peningkatan pelayanan yang sudah independen dibentuk kemenkes akan menilai dan membimbing sehingga dapat diperbaiki, nantinya akan dilakukan survey kembali sebelum dilakukan survey yang sebenarnya dalam penilaian akreditasi. tutur orang nomor satu di rumah sakit simeulue tersebut.
Dukungan dari masyarakat atas segala aturan dan ketentuan rumah sakit sangat penting dilakukan karena jika masyarakat tidak mendukung maka akan menjadi hambatan untuk tercapainya akreditasi tersebut, salah satunya yaitu seharusnya yang mendampingin pasien dirumah sakit cuma satu orang namun jika dilihat pasien didampingi keluarga sebanyak lima hingga enam orang sehingga ruangan rumah sakit menjadi sempit,"maka kedepan akan kita atur supaya lebih tertib dan nyaman sehingga tidak mengganggu dalam proses penyembuhan pasien serta waktu berkunjung pasien juga ditentukan dengan jumlah pengunjung yang dibatasi. katanya
Akreditasi adalah sebuah pengakuan sebenarnya yang didapatkan dari tim independen atau dari KARN yang menyatakan bahwa benar rumah sakit simeulue sudah berproses peningkatan mutu pelayanan cuma itu tidak bisa begitu saja semua itu dibutuhkan proses bertahap yang harus dilakukan, “ kita yakin proses itu akan kita lakukan sehingga akan tercapainya rumah sakit yang mandiri dan terakreditasi seperti yang kita harapkan. Tutup direktur RSUD Simeulue Drg Farhan.(*)
