IA SIMEULUE - Bupati simeulue Erli Hasyim menghadiri acara diskusi tentang pendidikan dan korelasinya dalam hal sapu bersih pungutan l...
IA SIMEULUE - Bupati simeulue Erli Hasyim menghadiri acara diskusi tentang pendidikan dan korelasinya dalam hal sapu bersih pungutan liar (PUNGLI) di Aula SMAN 1 Simeulue Timur. Selasa (8/8/2017).
Pada kesempatan itu, Bupati menjelaskan tujuan adanya tim saber pungli ini adalah untuk memberantas segala jenis macam pungutan liar, yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan melanggar hukum yang berlaku di Indonesia.
Hal ini dilakukan untuk memulihkan kepercayaan public dan memberikan keadilan serta kepastian hukum kepada warga masyarakat karena sebagai kita ketahui praktek pungli telah merusak sendi kehidupan bermasyarakat, kata Erli Hasyim
Pelaksanaanya sendiri diharapkan oleh presiden tidak hanya diterapkan oleh masyarakat umum, tetapi juga diterapkan di dalam seluruh instansi pemerintahan termasuk didalamnya instansi pendidikan.
Pada kesempatan itu erli mengatakan “Kita patut bersyukur, bahwa sosialisasi ini dilaksanakan khusus untuk saudara para penggiat pendidikan di kabupatens simeulue ini”.katanya
Erli mengatakan dengan adanya sosialisasi saber pungli untuk mengigatkan para pendidik dan tenaga administrasi, mengenai pentingnya menerapkan kejujuran serta keteraturan dalam menegakkan regulasi pendidikan.
Pungli dapat terjadi dimana saja termasuk di sekolah-sekolah, pelaku pungli juga bisa jadi siapa saja termasuk pegawai dalam ruang lingkup pendidikan, termasuk guru.
Pungli melanggar hukum, pelaku pungli dapat diseret kepengadilan dan akan dijerat dengan pasal perundang-undangan yang berlaku serta dituntut ganti rugi bahkan hukuman penjara.
Semoga ini tidak terjadi sama kita semua dan dapat terhindar dari lingkaran gelap pungutan liar dan sejenisnya. Kata Bupati
Bupati menambahkan Guru adalah tonggak pendidikan dan prilaku kita semua, guru adalah media pembelajaran bagi kita mulai dari kanak-kanak hingga dewasa, bahkan hingga ke jenjang tinggi bangku universitas.
Tentulah tidak rela bila pekerjaan suci dalam mendidik anak bangsa terodai oleh gelapnya ligkaran korupsi, kolusi, nepotisme dan pungutan liar.
Erli mengatakan, maka dari itu mari sama-sama kita jaga diri kita dan keluarga kita dari gelapnya lingkaran pungutan liar yang dapat menyeret kita ke meja hijau dan mendapat hukuman yang berat.
Tidak sedikit kaum guru yang telah diseret ke meja hijau dan diberi hukuman karena berbagai kasus termasuk pungli, “Saya berharap hal ini tidak terjadi di kabupaten simeulue ini” harap erli.
Pada penutupannya bupati mengajajak mari bersama berkarya untuk terus melakukan perubahan menuju yang lebih baik untuk mencapai simeulue sejahtera demi mewujudkan pendidikan simeulue yang sejahtera dan guru yang sejahtera. Tutupnya.
Hadir pada acara tersebut ketua PGRI Provinsi Aceh Drs. Muhammad Nurdin, kanit PPA Dit Reskrimum polda aceh, kompol elfiana, SH dan unsur Dinas Pendidikan Aceh, dan unsur forkopimda
di jajaran kabupaten simeulue serta kepala sekolah dan guru berbagai kecamatan di daerah simeulue dan turut dihadiri perwakilan siswa dari beberapa sekolah di simeulue.(**)


