liputaninvestigasi.com – Peringatan Hari Ulang Tahun ke-821 Kota Banda Aceh yang jatuh pada 22 April 2026 menjadi momentum refleksi sekaligu...
liputaninvestigasi.com – Peringatan Hari Ulang Tahun ke-821 Kota Banda Aceh yang jatuh pada 22 April 2026 menjadi momentum refleksi sekaligus dorongan arah pembangunan ke depan. Ketua Fraksi NasDem DPRK Banda Aceh, Abdur Rafur, menilai usia kota yang telah melampaui delapan abad ini mencerminkan kekuatan sejarah dan peradaban yang tidak boleh diabaikan.
Menurutnya, Banda Aceh yang didirikan oleh Sultan Johan Syah pada 1 Ramadhan 601 Hijriah bukan sekadar kota tua, tetapi simbol kejayaan peradaban Islam di kawasan Asia Tenggara. Karena itu, peringatan milad tahun ini harus dimaknai lebih dari sekadar seremoni.
“Angka 821 ini adalah pengingat bahwa Banda Aceh memiliki fondasi sejarah yang kuat. Namun tantangan ke depan menuntut kita untuk tidak hanya bernostalgia, tetapi bergerak maju,” ujar Rafur.
Ia menegaskan, salah satu fokus utama yang perlu didorong adalah kebangkitan ekonomi daerah, khususnya melalui penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pemerintah kota dinilai perlu menghadirkan kebijakan yang benar-benar berpihak kepada masyarakat, sekaligus membuka ruang investasi yang sehat tanpa meninggalkan nilai-nilai syariat Islam.
Selain aspek ekonomi, Fraksi NasDem juga menyoroti sejumlah persoalan mendasar yang masih dihadapi warga. Di antaranya adalah layanan air bersih yang belum optimal serta sistem drainase kota yang dinilai perlu pembenahan serius guna mengantisipasi persoalan banjir.
Tak hanya itu, Rafur juga mendorong percepatan transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan. Ia menilai konsep smart city harus diwujudkan secara nyata melalui pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan bebas dari praktik pungutan liar.
“Digitalisasi bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan. Ini penting untuk menciptakan birokrasi yang efisien dan akuntabel,” tegasnya.
Dalam konteks sosial, penguatan nilai-nilai syariat Islam juga dinilai harus tetap menjadi landasan pembangunan, namun dengan pendekatan yang inklusif. Ia menekankan pentingnya menjadikan nilai agama sebagai pedoman moral dalam kehidupan masyarakat, sekaligus menjaga keharmonisan dan toleransi antarwarga.
Lebih jauh, politisi NasDem itu mengajak seluruh elemen masyarakat—mulai dari tokoh agama, pemuda, hingga pelaku usaha—untuk berkolaborasi dalam membangun Banda Aceh yang lebih mandiri dan berdaya saing.
“Momentum milad ini milik semua warga. Kami di DPRK akan terus menjalankan fungsi pengawasan agar setiap kebijakan pemerintah benar-benar berpihak kepada masyarakat,” katanya.
Menutup pernyataannya, Rafur menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan agar Banda Aceh terus berkembang sebagai kota yang maju dan bermartabat.
“Selamat Milad ke-821 Kota Banda Aceh. Mari kita songsong masa depan yang lebih baik dengan semangat kebersamaan,” pungkasnya.
