liputaninvestigasi.com – Pemerintah Kota Banda Aceh menggelar apel gabungan perdana pasca Hari Raya Idulfitri 1447 H di halaman Balai Kota,...
liputaninvestigasi.com – Pemerintah Kota Banda Aceh menggelar apel gabungan perdana pasca Hari Raya Idulfitri 1447 H di halaman Balai Kota, Senin (6/4/2026).
Apel tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Illiza Sa’aduddin Djamal dan dihadiri Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah serta seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Dalam amanatnya, Illiza mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadikan momentum pasca-Ramadan sebagai titik awal untuk meningkatkan kinerja dan integritas. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai yang dilatih selama Ramadan seperti disiplin, kejujuran, dan tanggung jawab harus tercermin dalam pekerjaan sehari-hari.
“Ramadan bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga melatih kita untuk disiplin, jujur, dan bertanggung jawab,” ujar Illiza.
Ia juga menekankan bahwa disiplin ASN bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bentuk nyata komitmen sebagai pelayan masyarakat. Berdasarkan laporan, tingkat kehadiran ASN mencapai 99,59 persen atau 6.298 dari total 6.324 pegawai. Meski demikian, Illiza tetap menyoroti 26 ASN yang tidak hadir tanpa keterangan.
“Satu ketidakhadiran tanpa alasan adalah bentuk pengabaian terhadap tanggung jawab,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Banda Aceh juga memaparkan sejumlah capaian selama Ramadan, mulai dari penguatan syiar Islam, kegiatan sosial, hingga program ekonomi seperti Peukan Raya Ramadan dan QRIS Ramadan yang melibatkan pelaku UMKM lokal.
Selain itu, Illiza menyampaikan bahwa Banda Aceh menjadi daerah pertama di Aceh yang menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2025 kepada BPK, sebagai bentuk komitmen terhadap tata kelola pemerintahan yang baik.
Memasuki April, ia juga mengingatkan sejumlah agenda strategis, seperti peringatan Hari Ulang Tahun Kota Banda Aceh pada 22 April serta pelaksanaan Rakerwil I APEKSI. Seluruh OPD diminta aktif berperan dan memperkuat koordinasi serta publikasi.
Prokopim Banda Aceh
Di akhir sambutannya, Illiza menegaskan penerapan sistem kerja fleksibel melalui skema Work From Office (WFO) dan Work From Home (WFH), dengan tetap mengedepankan akuntabilitas dan efektivitas kinerja.
“Jangan hanya dikenal sebagai ASN yang hadir, tetapi jadilah ASN yang bekerja dan memberi makna,” pungkasnya.
