OPINI Ketua JASA TGK Mauliadi Rabu, 19 November 2025 liputaninvestigasi.com - Perjuangan Aceh bukanlah cerita yang hanya layak dikenang, buk...
Rabu, 19 November 2025
liputaninvestigasi.com - Perjuangan Aceh bukanlah cerita yang hanya layak dikenang, bukan pula sekadar sejarah yang dibacakan pada upacara. Bagi saya, perjuangan Aceh adalah warisan suci—warisan yang tidak bisa diganti oleh harta, kedudukan, ataupun penghormatan dunia. Ia adalah amanah yang dititipkan oleh para syuhada kepada kita semua, dan amanah itu harus kita jaga dengan kesungguhan dan keikhlasan.
Sebagai Ketua Jaringan Anak Syuhada Aceh (JASA) Bireuen, saya selalu menyampaikan bahwa nilai perjuangan para leluhur jauh melampaui segala bentuk warisan material. Para indatu tidak meninggalkan emas atau kekayaan, tetapi meninggalkan marwah, harga diri, dan sebuah jalan perjuangan yang disucikan oleh ketulusan serta pengorbanan tanpa batas.
Perjuangan Ini Bukan Milik Kelompok, Tetapi Milik Bangsa Aceh
Perjuangan Aceh tidak pernah dimiliki oleh satu golongan, satu figur, atau satu kelompok tertentu. Ia adalah milik seluruh bangsa Aceh—baik yang hidup di masa perjuangan maupun generasi yang lahir setelahnya. Karena itu, siapa pun yang mengatasnamakan Aceh, tetapi bekerja demi kepentingan diri dan kelompok, sesungguhnya telah mengkhianati ruh perjuangan itu sendiri.
Perjuangan yang diwariskan para syuhada mengandung karamah. Ia lahir dari niat yang tulus, dari jiwa yang mengutamakan ridha Allah di atas segala-galanya. Jika niat itu kita pelihara, insyaAllah jalan perjuangan akan selalu dimudahkan.
Ketulusan yang Mulai Terkikis
Namun saya melihat, dengan sangat sedih, bahwa ketulusan dalam sebagian masyarakat Aceh mulai memudar. Banyak yang kini bekerja bukan lagi karena Allah, bukan lagi demi Aceh, tetapi demi kepentingan pribadi, demi pangkat, demi kedudukan, dan demi keuntungan dunia yang tidak seberapa.
Perjuangan yang seharusnya bernilai ibadah, berubah menjadi alat untuk meraih kuasa. Pengorbanan digantikan oleh kepentingan. Dan ketika itu terjadi, berkah perjuangan pun hilang. Bagaimana mungkin kita berharap doa syuhada mengiringi langkah kita, jika kita sendiri telah meninggalkan nilai perjuangan itu?
Kembali ke Jalan yang Benar
Saya mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk kembali pada niat dasar perjuangan: peudong dailat Allah dan menempatkan kepentingan bangsa Aceh di atas kepentingan pribadi. Hanya dengan niat yang ikhlas, Allah akan memudahkan jalan dan menuntun kita dalam menjaga marwah perjuangan ini.
Generasi Aceh harus menanamkan dalam dirinya bahwa warisan perjuangan ini bukan sesuatu yang boleh digadaikan demi jabatan, proyek, atau ketenaran. Ia harus dirawat dengan penuh cinta dan kesetiaan, karena pada warisan itulah letak kehormatan kita sebagai bangsa.
Amanah Ini Harus Dijaga Hingga Nafas Terakhir
Warisan perjuangan para indatu harus kita terima dengan sepenuh hati, kita jaga dengan keteguhan, dan kita rawat hingga akhir hayat. Kita tidak boleh membiarkan nilai perjuangan itu padam oleh ego dan kepentingan duniawi.
Dan selama kita menjaga keikhlasan, saya yakin para syuhada akan terus mendoakan generasi hari ini. Doa mereka adalah cahaya yang menguatkan Aceh, dari masa lalu hingga masa depan.
Perjuangan Aceh adalah warisan suci. Dan kita, generasi hari ini, memikul kehormatan untuk menjaganya. Semoga Allah meneguhkan hati kita dalam melanjutkan perjuangan yang mulia ini (taufiq)
