FAKSI Siap Dampingi Korban Gas Beracun ke Komnas HAM Indonesia

liputaninvestigasi.com - Kordintor Front Anti Kejahatan Sosial (FAKSI)Aceh, Ronny Hariyanto, menyatakan kesiapan pihaknya beserta jaringan H...

liputaninvestigasi.com - Kordintor Front Anti Kejahatan Sosial (FAKSI)Aceh, Ronny Hariyanto, menyatakan kesiapan pihaknya beserta jaringan HAM nasional untuk mendampingi korban gas beracun akibat kelalaian perusahaan gas di Aceh Timur beberapa waktu lalu, ke Komnas HAM Indonesia, untuk melaporkan adanya dugaan pelanggaran hak asasi manusia di sana.

" Ya, bila para korban bersedia, kami siap mendampingi mereka ke Komnas HAM Pusat, terkait dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia oleh korporasi, dan  kelalaian negara atas keselamatan warganya, kami juga akan berkordinasi dengan teman - teman jaringan HAM nasional," kata Ronny, Rabu 5 Mei 2021.

Hal itu disampaikan Ronny untuk memastikan dugaan kuat adanya pelanggaran hak asasi manusia oleh korporasi pada insiden keracunan massal akibat pencemaran lingkungan itu.

" Ini waktunya menggugat kewajiban korporasi terhadap hak asasi manusia, kami mendesak Komnas HAM segera turun ke lokasi insiden itu, untuk memastikan adanya dugaan pelanggaran HAM di sana," tegasnya.

Menurut Ronny, selain merugikan warga, faktanya insiden itu sangat berbahaya bagi kehidupan masyarakat di segala sisi, baik kerugian jangka pendek maupun jangka panjang.

"Kejadian itu jelas mengganggu hak kesehatan fisik dan mental, hak ekonomi, sosial, dan  termasuk hak untuk bekerja, hak atas pendidikan. Sehingga menurut kami, kini waktunya korporasi wajib tunduk pada instrumen hak asasi manusia. Mengingat  kelalaian korporasi semakin meningkat seiring dengan massifnya laju eksploitasi sumber daya alam dan pembangunan yang berisiko tinggi bagi lingkungan hidup dan rakyat," cetus Ketua Forum Pers Independen Indonesia (FPII) Provinsi Aceh tersebut.

Dia sangat menyayangkan soal tidak jelasnya penyelesaian peristiwa keracunan gas dampak pencemaran lingkungan tersebut, yang seolah tidak ditangani secara serius dan profesional oleh pihak perusahaan, terutama pihak pemerintahan di Aceh Timur, bahkan penyelesaiannya pun terkesan tidak transparan.

"Silahkan lihat sendiri, penyelesaiannya seperti ecek - ecek saja waktu itu, bahkan sikap pemerintah Aceh Timur sampai saat ini tidak jelas terhadap perusahaan itu, baik bupati maupun DPRKnya, ironisnya urusan nyawa masyarakat sempat dimediasi 

oleh pihak yang tidak berkompeten sama sekali, dimana seharusnya negara lah yang hadir di sana, dan sekarang seolah masalahmya mau dibawa diam begitu saja," ketus Ronny.

"Diduga penyelesaiannya  pun terkesan asal - asalan dan akal - akalan, padahal itu soal keselamatan nyawa rakyat," ungkap aktivis cadas yang dikenal concern pada isu kemiskinan, pengangguran, demokrasi dan hak asasi manusia tersebut.

Menurut dia, apa yang dikhawatirkannya terkait dugaan efek jangka panjang terhadap kesehatan dan masa depan para korban pasca insiden keracunan tersebut kini mulai terbukti.

"Dalam dua hari terakhir ini kami dengar kabar soal adanya pasien mengalami kelumpuhan, diduga akibat dampak tak langsung dari keracunan itu, anehnya sampai detik ini belum ada pihak yang memberi penjelasan resmi soal itu, kenapa pas kejadian waktu itu seolah ramai pahlawan kesiangan bermunculan, tapi kalau sudah begini siapa bertanggunhjawab, seolah semuanya sembunyi," ketus putera Idi Rayeuk  berdarah Aceh -Minang itu.

Dia meminta penegak hukum segera menetapkan tersangka dari pihak yang seharusnya bertanggungjawab secara hukum atas insiden tersebut, dan segera  membawa kasus itu ke pengadilan.

"Orang keracunan makan jajanan bakso di jalan saja, tukang baksonya ditangkap, ini masak satu desa keracunan akibat kelalaian sebuah perusahaan, bahkan korbannya ratusan orang, tidak jelas sampai sekarang siapa yang bertanggungjawab, jika negara lalai soal keadilan ini, disitulah letak pelanggaran HAM nya," pungkas alumni Universitas Ekasakti itu menutup keterangannya.

Sebelumnya beredar informasi korban keracunan gas asal Desa Panton Rayeuk T Kecamatan Banda Alam -Aceh Timur kembali tumbang, bahkan kondisi tubuhnya lumpuh, saat ini pihak keluarga membawanya ke RSU Zubir Mahmud, bahkan ke RSUZA.

KOMENTAR

Name

BISNIS cinta terlarang DAERAH EKONOMI HUKUM KRIMINAL NASIONAL OLAHRAGA OPINI PENDIDIKAN POLITIK RAGAM
false
ltr
item
Liputan Investigasi: FAKSI Siap Dampingi Korban Gas Beracun ke Komnas HAM Indonesia
FAKSI Siap Dampingi Korban Gas Beracun ke Komnas HAM Indonesia
https://1.bp.blogspot.com/-2vOGsIGH4TY/YJI7BFKcifI/AAAAAAAATUs/3pVW7rY8DPY2W9c9QiHD_KhRSP1sIv7qgCLcBGAsYHQ/s320/IMG-20210505-WA0027.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-2vOGsIGH4TY/YJI7BFKcifI/AAAAAAAATUs/3pVW7rY8DPY2W9c9QiHD_KhRSP1sIv7qgCLcBGAsYHQ/s72-c/IMG-20210505-WA0027.jpg
Liputan Investigasi
http://www.liputaninvestigasi.com/2021/05/faksi-siap-dampingi-korban-gas-beracun.html
http://www.liputaninvestigasi.com/
http://www.liputaninvestigasi.com/
http://www.liputaninvestigasi.com/2021/05/faksi-siap-dampingi-korban-gas-beracun.html
true
2259537535745442111
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All DISARANKAN UNTUK DI BACA LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy